Blogger Jateng

Suku Bunga BI Naik ke 6 Persen

Suku Bunga BI Naik ke 6 Persen

SITLOKER.BIZ.ID, Situs Berita Lowongan Kerja Terpercaya - Berita terbaru menyebutkan bahwa Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga ke 6 persen. Keputusan ini memiliki dampak yang signifikan pada perekonomian nasional dan tingkat suku bunga kredit.

Ini merupakan langkah yang diambil oleh BI untuk mengendalikan inflasi atau menghadapi tantangan ekonomi tertentu. Dengan kenaikan suku bunga ini, konsumen dan pelaku bisnis mungkin perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap pinjaman dan investasi mereka.

Suku Bunga BI Naik ke 6 Persen

Dikutip dari situs berita IDN Times, Menyatakan bahwa Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, Jahja Setiaatmadja mengakui belum akan menaikkan bunga kredit sebagai respons atas kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR).

"Untuk suku bunga dasar kredit (SBDK) sendiri mengikuti perhitungan average karena kita punya CASA terbesar dan deposito yang biasanya kalau peningkatan BI rate diikuti dengan peningkatan dari deposito kalau dibutuhkan dana," ucap Jahja dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/10/2023).

1. SBDK bisa tidak berubah

Suku Bunga BI Naik ke 6 Persen, BCA Belum Akan Naikkan Bunga KreditIlustrasi suku bunga (IDN Times/Umi Kalsum)

SBDK sendiri menjadi ketentuan bank yang dipakai sebagai dasar penetapan bunga kredit kepada para nasabahnya.

Jahja pun menyampaikan, SBDK bisa saja tidak berubah dengan syarat batas nilai simpanan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) paling tinggi senilai Rp2 miliar.

"Sebelum ada perubahan-perubahan tadi, (batas simpanan) LPS belum berubah, kita menganggap suku bunga deposito masih cukup menarik maka saya pikir SBDK tidak dapat diubah. Jadi itu tergantung hasil perhitungan kita, ini kan hari ini kenaikannya (BI rate)," ujar Jahja.

2. Pendanaan BCA selama kuartal-III 2023

Adapun di sisi pendanaan, CASA BCA naik 4,7 persen yoy mencapai Rp869,8 triliun atau berkontribusi hingga 80 persen dari total dana pihak ketiga (DPK).

Secara keseluruhan, total DPK BCA naik 6,2 persen yoy menjadi Rp1.089 triliun sehingga turut mendorong total aset BCA naik 7,2 persen yoy menjadi Rp1.381 triliun pada akhir September 2023.

Solidnya pendanaan CASA sejalan dengan peningkatan aktivitas perbankan transaksi serta pertumbuhan basis nasabah secara konsisten. Pada sembilan bulan pertama 2023, total volume transaksi BCA naik 26,8 persen yoy mencapai 22 miliar transaksi.

Adapun kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, yakni sebesar 43,4 persen yoy. Sementara itu, jumlah rekening nasabah BCA mencapai 38,8 juta per September 2023 atau naik sebesar 17,1 persen yoy.

3. BI naikkan suku bunga jadi 6 persen

Suku Bunga BI Naik ke 6 Persen, BCA Belum Akan Naikkan Bunga KreditGubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam acara Outlook Ekonomi Indonesia 2023 di Hotel The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (21/12/2022). (dok. YouTube Perekonomian RI)

Sebelumnya diberitakan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI7DRRR ke level 6 persen atau naik 25 basis poin (bps).

Selain itu, RDG BI pada 18-19 Oktober 2023 juga memutuskan kenaikan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,75 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral menaikkan suku bunga acuan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkat tingginya ketidakpastian global.

Kebijakan tersebut juga ditempuh sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor (imported inflation).

"Sehingga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3 persen plus-minus 1 persen pada 2023 dan 2,5 persen plus-minus 1 persen pada 2024," katanya dalam konferensi pers, Kamis (19/10/2023).

Apa Dampak dari Kenaikan Suku Bunga BI Naik ke 6 Persen

Kenaikan suku bunga BI memiliki beberapa bahaya dan dampak yang perlu diperhatikan:

Beban Pinjaman Meningkat

Suku bunga yang lebih tinggi akan membuat pinjaman konsumen dan bisnis menjadi lebih mahal.

Ini dapat mengakibatkan peningkatan beban bagi individu dan perusahaan yang memiliki pinjaman. Pembayaran pinjaman bulanan mereka akan naik, sehingga bisa mengurangi daya beli dan keuntungan perusahaan.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi motivasi perusahaan untuk berinvestasi dalam proyek-proyek baru. Hal ini dikarenakan biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat mengurangi potensi keuntungan dari investasi tersebut.

Pengurangan Konsumsi

Individu mungkin juga cenderung mengurangi pengeluaran konsumsi mereka ketika suku bunga naik. Hal ini dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan karena konsumsi pribadi adalah salah satu driver penting dari pertumbuhan ekonomi.

Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

Kenaikan suku bunga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi, terutama jika kondisi ekonomi sedang lemah. Ini bisa menyebabkan penurunan permintaan atas barang dan jasa, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pengurangan produksi dan penurunan lapangan kerja.

Peningkatan NPL (Non-Performing Loans)

Ketika suku bunga naik, beberapa individu dan perusahaan mungkin kesulitan membayar pinjaman mereka. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan jumlah pinjaman yang bermasalah (NPL) di sektor perbankan, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan sektor perbankan.

Pengaruh Terhadap Investasi Asing

Kenaikan suku bunga dapat membuat investasi asing menjadi lebih mahal dan kurang menarik. Ini dapat mengurangi aliran modal asing ke negara tersebut.

Penutup

Dalam konteks yang tepat, kenaikan suku bunga BI dapat diperlukan untuk mengendalikan inflasi atau menghadapi masalah ekonomi tertentu. Namun, dampak negatifnya juga perlu dipertimbangkan dan dielola dengan hati-hati oleh otoritas ekonomi dan perbankan.

Sitloker.biz.ID adalah Situs Lowongan Kerja terpercaya, menyajikan berbagai info seputar loker, ekonomi, bisnis, edukasi, berita daerah, dan banyak lagi.

Post a Comment for "Suku Bunga BI Naik ke 6 Persen"